IKATAN SARJANA OSEANOLOGI INDONESIA

Wednesday, March 09, 2005

TNI AL KURANGI KAPALNYA DI AMBALAT

PULAU SEBATIK --Presiden menegaskan, RI-Malaysia tak sedang berkonfrontasi. Kekuatan kapal patroli TNI Angkatan Laut (AL) di wilayah sengketa, Ambalat, dikurangi. Panglima Armada RI Kawasan Timur, Laksamana Muda Sosialisman, mengungkapkan saat ini TNI AL hanya menyisakan dua kapal perang patrolinya di lokasi tersebut.
''Alasan disisakannya hanya dua kapal perang itu karena Malaysia juga hanya menyisakan dua kapal perang,'' kata Sosialisman di Pos TNI AL Pulau Sebatik, Kalimantan Timur (Kaltim), Selasa (8/3). Sebelumnya, di kawasan perairan Ambalat terdapat tujuh kapal perang milik TNI AL. Namun sejak kemarin, lima kapal di antaranya sudah ditarik dari Ambalat.
Bersamaan dengan dikuranginya kapal patroli, dua kompi pasukan Marinir tambahan dari Brigif 1 Pasmar 1 Surabaya bersama aparat keamanan Indonesia lainnya, mulai memperketat pengamanan di Pulau Sebatik. Ini terkait dengan kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke pulau tersebut. Menurut Danyon 1 Marinir, Letkol Hendro, pasukannya dengan persenjataan lengkap diberangkatkan dari Surabaya pada Sabtu (5/3) atas perintah Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto.
Menjelang kunjungan Presiden, pasukan di pulau tersebut menggelar gladi resik. Saat itu terlihat pesawat kepolisian Malaysia terbang rendah dan terlihat sangat mencolok dari Kecamatan Sebatik yang masuk wilayah Indonesia. Beberapa personel Marinir mengatakan, pesawat itu sudah melintas berkali-kali saat gladi resik pengamanan Presiden dilangsungkan. Saat berkunjung ke Pulau Sebatik, Yudhoyono sempat memberi pesan kepada seluruh pasukan yang berjaga di wilayah perbatasan untuk bekerja profesional. Seluruh pasukan, kata Yudhoyono, harus berdisiplin tinggi dan bergerak atas perintah atasan langsung atau atasan lain yang berwenang. Dalam kesempatan itu Yudhoyono menegaskan bahwa kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus ditegakkan.
Namun, dia tetap menghendaki sengketa Ambalat diselesaikan lewat perundingan. Yudhoyono juga berharap pers tidak menggambarkan keadaan di wilayah perbatasan akan memburuk secara dramatis dalam waktu relatif dekat. ''Hubungan bilateral tidak akan berubah secara dramatis dalam waktu dekat. Dengan harapan, di pihak Malaysia juga demikian,'' kata Presiden. Yudhoyono juga menyatakan Indonesia dan Malaysia kini tidak berada dalam keadaan berkonfrontasi.
Menurut dia, keduanya sedang mengedepankan harapan agar langkah perundingan bisa sukses. Semangat untuk mengedepankan perundingan juga muncul dari pihak Malaysia. Kantor Berita Bernama menulis, Menteri Luar Negeri Malaysia, Syed Hamid Albar, mengungkapkan Jakarta dan Kuala Lumpur ingin menyelesaikan masalah Ambalat melalui jalan damai. Dijadwalkan hari ini (9/3) dia akan ke Jakarta untuk bertemu dengan Menteri Luar Negeri RI, Hassan Wirajuda. Syed Hamid juga mengaku sedih dengan maraknya demo anti-Malaysia dan sikap pers Indonesia yang menyuburkan kebencian terhadap Malaysia.
Hingga kemarin memang aksi anti-Malaysia berlangsung meluas. Di Makassar, Sulawesi Selatan, demo diwarnai dengan pembakaran bendera Malaysia. Aksi anti-Malaysia juga berlangsung di halaman Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta, Bundaran HI, Pontianak, juga di tempat lain. Beberapa anggota Komisi I DPR ikut turun dalam unjuk rasa di depan Kedubes Malaysia. ( ina/cho/ant )
===================
sumber : Republika on line, Rabu, 09 Maret 20053/9/05 7:55:27 AM

Saturday, January 22, 2005

28 KELURAHAN DI JAKARTA DILANDA BANJIR

Rabu, 19 Januari 2005 20:16:00
Hujan yang menguyur wilayah ibukota selama tiga hari berturut-turut, menyebabkan 28 kelurahan yang tersebar di 10 kecamatan di wilayah Jakarta Timur terendam air setinggi 1 meter hingga 6 meter sejak Rabu (19/1) dinihari sekitar pukul 02.00 WIB.

Akibat banjir tersebut, menurut keterangan Wakil Walikota Jakarta Timur Darwin Dachlan, diperkirakan ada sekitar 17.000 jiwa yang saat ini mengungsi ke posko-posko pengungsian yang telah disiapkan oleh Pemkot Jakarta Timur, Sudin Bintal Kesos, Kelurahan setempat, dan RW maupun RT setempat. "Kita sudah kerahkan semua petugas dan peralatan evakuasi yang dimiliki oleh Pemkot Jakarta Timur," ujar Darwin kepada Republika saat meninjau ke lokasi banjir di wilayah Kelurahan Kampung Melayu, Rabu (19/1).

Sementara itu sampai dengan pukul 12.00 WIB, di sejumlah lokasi banjir di wilayah Jaktim, proses evakuasi warga yang masih berada di rumah masing-masing masih terus berlangsung. Menurut penjelasan Lurah Cawang, Ali Murthadho, warga yang rumahnya dilanda banjir rata-rata masih bertahan tinggal di dalam rumah meski air secara perlahan mulai naik setinggi 1 meter sejak pukul 03.00 WIB (Rabu, 19/1).

"Mereka yang bertahan umumnya naik ke lantai dua rumah masing-masing. Tapi begitu air sudah mencapai lantai dua, baru mereka semua panik dan berteriak minta tolong," jelas Ali kepada Republika di ruang kerjanya. "Alhamdulillah proses evakuasi sudah selesai sampai pukul 14.00 WIB," ungkap Ali yang mengaku telah melewati dua kali peristiwa banjir besar sejak ia menjabat sebagai lurah di sana.

Sementara itu beberapa warga Kebon Pala, Kelurahan Kampung Melayu, Jakarta Timur yang mengungsi mengungkapkan bahwa sebelum air memasuki rumah, petugas PLN sudah menghubungi rumah warga satu persatu dan mengatakan bahwa aliran listrik akan dipadamkan mulai pukul 02.00 WIB. "Biasanya kami sudah tahu kalau ada pemberitahuan seperti itu pertanda akan ada banjir besar," ungkap Kholil Amin (44), warga RT 15 RW 8.
==============
Kamis, 20 Januari 2005
BANJIR LAGI ...!

Akibat banjir, motor pun masuk jalan tol dan Menakertrans naik ojek. Jakarta banjir lagi. Hujan deras sejak Selasa (18/1) malam hingga Rabu (19/1) pagi menyebabkan sejumlah wilayah yang biasa dilanda banjir di lima wilayah di Jakarta kembali tergenang air. Banjir dengan rata-rata ketinggian 1-2 meter itu tidak hanya memacetkan arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan, tapi juga memaksa warga mengungsi. Arus pengungsi dan evakuasi warga banyak terjadi di sejumlah kawasan.
Setidaknya, evakuasi dan pengungsian terlihat di Kelurahan Bidaracina, Jakarta Timur, yang sedikitnya ada 3.000-an pengungsi. Di Kampung Melayu, ada 9.000-an pengungsi, Jatinegara Barat ada 5.000-an, Pengadegan, Jakarta Selatan, ada sekitar seribuan, dan Manggarai ada ratusan warga yang mengungsi.

Lurah Jatinegara Barat, Lutfi, mengatakan evakuasi harus dilakukan mengingat tingginya arus air yang masuk ke rumah-rumah warga. Seorang warga Jatingara Barat, Mahmud, menyatakan rumahnya terendam air yang tingginya sepinggang orang dewasa.

Di kawasan Kampung Melayu, sejak Rabu dini hari, sejumlah warga yang rumahnya terkena banjir telah mengungsi di beberapa tempat. Ada yang tinggal di halaman sekolah Santa Maria, SDN 01 Kampung Melayu, pelataran RS Hermina serta di Kantor Kelurahan Kampung Melayu. Hampir setiap tahun di daerah tersebut terjadi banjir, karena permukiman yang tak jauh dari bantaran Kali Ciliwung. Kemarin, ketinggian air di sana mencapai 50 cm hingga satu meter.

Khusus di Jakarta Timur, hujan menyebabkan 28 kelurahan yang tersebar di 10 kecamatan terendam air setinggi satu meter. Wakil Wali Kota Jakarta Timur, Darwin Dachlan, memperkirakan ada sekitar 17 ribu jiwa yang saat ini mengungsi. Di Cempaka Putih, ketinggian air 50 cm memaksa pengguna motor harus masuk jalan tol Sunter-Cawang.

Di tepi sungai di Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, warga telah membuat sejumlah tenda darurat di tepi jembatan jalan itu. Akibat genangan air di Jl Gatot Subroto dan MT Haryono, arus lalu lintas dari Cawang ke Grogol dan sebaliknya macet total. Begitupun yang terjadi di Jl Tendean, Jakarta Selatan, air setinggi 50 cm menyebabkan kemacetan dari Mampang ke Blok M dan sebaliknya. Menaker Fahmi Idris harus meninggalkan Volvo-nya untuk kemudian menumpang ojek dari rumahnya ke kantor Wapres. ''Saya bayar Rp 50 ribu,'' kata Fahmi yang tinggal di Warung Buncit, Jakarta Selatan.

Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso, mengatakan kemungkinan halaman Istana Presiden akan digenangi air. Tentu, kata dia, jika ketinggian air di Pintu Air Manggarai mencapai 10 meter, sehingga Pintu Air Manggarai dibuka. Ketinggian air di pintu air ini normalnya 7,50 meter. ''Saya kira, Presiden akan mengerti langkah pembukaan Pintu Air Manggarai itu,'' kata Sutiyoso. Pintu air lainnya yang kritis adalah Cipinang Hulu, yang mencapai 160 cm (normalnya 100 cm). Juga, Sunter Hulu setinggi 160 cm (normal 100 cm), Karet yang setinggi 620 cm (normal 450 cm). Krukut Hulu yang mencapai 201 cm (normal 100 cm) dan Angke Hulu yang 220 cm (normal 100 cm).

Di Kalibata, Kelurahan Duren Tiga, Kecamatan Pancoran, ketinggian air mencapai empat meter. Menurut Emir, warga setempat, banjir yang terjadi di wilayah ini disebabkan oleh luapan air Kali Ciliwung dan curah hujan yang cukup tinggi. Ia mengatakan air di Kali Ciliwung mulai naik sejak pukul 23.00 WIB Selasa (18/1).

Sampai Rabu pukul 11.00 WIB, warga masih berada di atap-atap rumah. Sebagian lainnya berusaha menyelamatkan diri dan memindahkan barang-barangnya dengan menggunakan bak plastik atau ban dalam mobil.

Mereka yang Mengungsi ...Bidaracina (Jakarta Timur) 3.000-an pengungsiKampung Melayu (Jakarta Timur) 9.000-an pengungsiJatinegara Barat (Jakarta Timur) 5.000-an pengungsiPengadegan (Jakarta Selatan) 1.000-an pengungsiManggarai (Jakarta Selatan) Ratusan pengungsi
=======================
Sumber : Republika Online.

Sunday, January 09, 2005

A. MENGENAL TSUNAMI DI ACEH

Tsunami! Kata angker ini kembali diucapkan banyak orang dan terpampang di berbagai media menyusul bencana yang menimpa Aceh, Sri Lanka, India, Thailand, dan tempat-tempat lain di Asia, dengan korban ratusan ribu jiwa.

Tapi tahukah Anda, apa sebenarnya tsunami itu? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, tsunami adalah gelombang laut dahsyat (gelombang pasang) yang terjadi karena gempa bumi atau letusan gunung api dasar laut. Nah, dalam peristiwa yang menimpa Aceh, Minggu (26/12) lalu, penyebabnya adalah gempa bumi.

Dikatakan Dr Danny H Natawidjaya dari Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI, daerah di sebelah barat Sumatra mempunyai banyak sumber gempa bumi karena posisinya pada jalur tabrakan lempeng, dimana lempeng dari lautan (lempeng Samudra Hindia atau lempeng Indo-Australia) di sebelah selatan bergerak ke utara, ke arah bawah Kepulauan Mentawai dan Pulau Sumatra --yang adalah lempeng benua atau disebut lempeng Eurasia.
A. Lempeng samudra bergerak ke bawah Sumatra, pulau-pulau melekat pada lempeng sehingga
tertekan dan terseret ke bawah.
B. Suatu ketika sambungan antara pulau-pulau dan lempeng pecah, sehingga pulau melenting
ke atas, terjadi gempa bumi.
C. Ketika pulau-pulau terangkat, air laut menyusut menjauhi pantai, namun kembali lagi sebagai
gelombang laut yang disebut tsunami.
Adapun desakan lempeng Samudra Hindia ini ikut menyeret lempeng benua melesak ke dalam, sehingga pulau-pulau yang melekat di atasnya ikut terseret ke bawah dan mendekati Sumatra ke arah timur laut. Akibatnya beberapa pulau terlihat seolah akan tenggelam. Ini tampak pada pohon-pohon yang tadinya tumbuh di darat kini telah mati karena terendam air laut. "Selama puluhan sampai ratusan tahun, tekanan lempeng Samudra Hindia ini akan terus meningkat sampai melampaui kekuatan batuan, sehingga batuan di bawah pulau-pulau akan pecah dan bergeser secara tiba-tiba, dan timbulah gempa bumi," kata Dr Danny, saat memberi keterangan pers yang diadakan PT Pasifik Satelit Nusantara di Jakarta, Senin (3/1).

Sebagai gambaran, batuan di bawah pulau-pulau ini berlaku seperti pegas yang ditekan perlahan-lahan. Ketika kekuatan batuan sudah terlampaui sehingga pecah, maka tekanan itu dilepaskan secara tiba-tiba dan pulau-pulau akan melentur balik ke arah atas dan barat daya, bagai pegas, lalu menimbulkan gempa bumi besar. Pelentingan tubuh batuan yang terjadi di bawah pulau-pulau akan menggoyang air laut. Saat pulau-pulau terangkat, air laut menyusut menjauhi pantai seperti yang disaksikan di beberapa lokasi pinggir laut. Namun ia kembali lagi menjadi gelombang dashyat yang dikenal sebagai tsunami. Sesungguhnya tsunami bisa hanya setinggi beberapa sentimeter, namun bisa pula puluhan meter.

Nah, gelombang setinggi puluhan meter itulah yang menyapi pesisir Aceh, menghempas kota-kota dan pemukiman, lalu menyeret orang-orang kembali ke laut. Sebagian besar tubuh tersangkut di sisa-sisa bangunan di ujung pulau Sumatra. Sayang, orang terlambat menyadari bahwa tsunami telah datang. (wsn)
========================
B . TSUNAM, FAKTA MENGENAI SANG GELOMBANG PEMBUNUH


Tsunami yang terjadi di Samudra Hindia yang diakibatkan gempa bumi terhebat dalam kurun waktu beberapa dekade ini diyakini telah merenggut lebih dari 150.000 nyawa dan membuat jutaan lainnya kehilangan tempat tinggal. Besarnya jumlah korban dan kerusakan membuat tsunami tanggal 26 Desember lalu sebagai yang paling menghancurkan dalam sejarah dunia.

Menurut Badan Survey Geologi AS yang memonitor gempa bumi di seluruh dunia, pusat gempa berkekuatan 9.0 skala magnitudo itu berada di bawah Samudra Hindia, tepatnya di barat daya Pulau Sumatra. Pergeseran lempengan tektonik bumi di wilayah ini telah menimbulkan gempa yang kemudian menggoyangkan sejumlah besar air di atasnya, dan menjadikannya gelombang yang menerjang ke segala arah.

Dalam waktu beberapa menit hingga jam, gelombang pembunuh itu bergerak ke wilayah pesisir di 11 negara sekitar Samudra Hindia, menyeret orang-orang ke laut, menenggelamkan rumah-rumah, dan memporak-porandakan kota dan desa. Sesungguhnya tsunami termasuk kejadian langka di Samudra Hindia. Fenomena ini lebih mungkin muncul di wilayah Pasifik. Namun semua lautan yang berada di daerah gempa atau memiliki gunung api bawah laut, rawan terkena terjangan gelombang ini. Artinya banyak negara bisa terkena tsunami.

Nah, untuk mengetahui lebih banyak hal mengenai tsunami, berikut adalah fakta-fakta mengenai gelombang pembunuh itu. Pengetahuan tentang tsunami diharapkan bisa membantu kita menghindari kerugian yang ditimbulkannya jika terjadi lagi di masa mendatang.
* Tsunami adalah rangkaian gelombang laut besar yang bisa disebabkan karena gempa bumi atau letusan gunung bawah laut. Tsunami bisa juga terjadi akibat tabrakan lautan dengan meteor raksasa, meskipun hal ini amat langka terjadi. Para ilmuwan telah menemukan jejak-jejak tabrakan asteroid yang dikatakan dapat menciptakan tsunami raksasa yang menyapu Bumi beberapa kali, membanjiri semua daratan kecuali pegunungan, sekitar 3,5 milyar tahun lalu. Ketika itu diperkirakan tepi pantai benua-benua berubah drastis dan kebanyakan kehidupan di Bumi musnah.

* Tsunami adalah istilah dari bahasa Jepang yang artinya kurang lebih "gelombang pelabuhan." Fenomena tsunami termasuk sering terjadi di Jepang dan ribuan orang Jepang telah tewas akibat gelombang ini.
* Sebuah gempa bumi bisa menciptakan tsunami bila kekuatannya cukup besar dan ada gerakan tiba-tiba di Bumi yang menyebabkan pergeseran air dalam jumlah besar.
* Tsunami bukanlah gelombang tunggal ataupun gelombang pasang melainkan rangkaian gelombang, sehingga disebut juga kereta gelombang. Gelombang paling awal pada suatu tsunami bukanlah yang paling menghancurkan.
* Gelombang tsunami bisa sangat panjang (mencapai 100 kilometer) dan bisa menyapu selama satu jam tanpa henti. Gelombang ini bisa melintasi seluruh lautan tanpa banyak kehilangan tenaga. Tsunami di Aceh telah bergerak hingga hampir 5.000 kilometer mencapai Afrika, dan datang dengan kekuatan tinggi.
Para ilmuwan mengatakan bahwa sebuah gempa bumi besar berkekuatan 9 magnitudo pernah terjadi di Pasifik timur laut tahun 1700 dan menciptakan tsunami yang menghancurkan pantai-pantai di Jepang yang menghadap Pasifik.
Secepat jet komersial
* Foto satelit memperlihatkan wilayah pesisir di Banda Aceh sebelum dan sesudah tsunamiBila terjadi di lautan dalam, tsunami bisa bergerak tanpa disadari dari permukaan laut. Ia bisa bergerak dengan kecepatan hingga 800 kilometer/jam, melintasi seluruh lautan hanya dalam satu hari atau kurang. Para ilmuwan bisa memperhitungkan kedatangannya di berbagai tempat di dunia berdasarkan data-data waktu terjadinya gempa, kekuatannya, kedalaman air, serta jaraknya.
* Tsunami bisa jadi hanya setinggi kurang dari 30 cm di permukaan lautan terbuka, sehingga gelombang ini sering tidak disadari para nelayan. Namun gelombang energi amat kuat bergerak bersamanya secepat pesawat jet komersial. Bila mencapai perairan dangkal dekat pantai, ia akan melambat. Bagian atas gelombang bergerak lebih cepat dibanding bagian bawah sehingga menyebabkan permukaan laut meningkat drastis.
* Halangan-halangan geologi seperti karang, teluk, aliran masuk sungai, dan formasi bawah laut bisa menurunkan tenaga tsunami. Di beberapa lokasi, tsunami menyebabkan kenaikan permukaan laut hanya beberapa sentimeter saja. Namun di tempat lain tsunami bisa mencapai tinggi 30 meter. Rata-rata tsunami menyebabkan naiknya permukaan laut hingga 3 meter.
Tsunami di Aceh telah menghadirkan gelombang setinggi 9 meter di beberapa tempat, menurut laporan. Di tempat lain, para saksi mata melukiskan gelombang itu hadir secara cepat di lautan.
Tsunami dapat membanjiri daratan hingga jauh. Kekuatannya bisa mengangkat tembok-tembok besar, kendaraan, menghancurkan rumah dan lainnya. Mengetahui sejarah tsunami di suatu daerah akan bisa digunakan sebagai indikator mengenai apa yang mungkin terjadi bila bencana serupa terjadi lagi.
* Ketika mencapai daratan, tsunami tidak selalu tampak sebagai rangkaian gelombang raksasa. Ia bisa terlihat seperti gelombang pasang yang amat cepat. Kedatangan gelombang sering pula disertai turbulensi bawah air, menyedot benda-benda ke dalamnya dan melemparkan benda yang ada di sekelilingnya. Beberapa saksi mengatakan tsunami ini bergemuruh seperti suara kereta api.
* Tsunami Aceh bisa digolongkan sebagai yang paling mengerikan dalam sejarah. Laporan berita sejuah ini menyebutkan sekitar 150.000 orang telah menjadi korban, banyak di antaranya terseret ke laut, atau tersangkut di puing-puing bangunan dan sampah yang diangkut gelombang. Tsunami paling menghancurkan sebelumnya adalah yang menewaskan 40.000 orang tahun 1782, menyusul gempa bumi di Laut Cina Selatan. Tahun 1883, sekitar 36.500 orang menjadi korban tsunami di Laut Jawa bagian selatan akibat letusan Gunung Krakatau. Di utara Chile, lebih dari 25.000 orang terbunuh oleh tsunami tahun 1868.
* Wilayah Pasifik sejauh ini merupakan wilayah tsunami paling aktif, menurut National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), AS. Namun tsunami mungkin juga timbul di berbagai perairan termasuk Karibia dan Mediterania, serta Lautan Hindia dan Atlantik. Tsunami di Atlantik utara adalah termasuk yang diakibatkan gempa bumi Lisbon tahun 1775, yang menewaskan 60.000 orang di Portugal, Spanyol, dan Afrika Utara. Gempa ini mengakibatkan tsunami setinggi 7 meter di Karibia.
* Wilayah Karibia telah digempur oleh 37 kali tsunami sejak 1498. Beberapa terjadi karena peristiwa lokal, dan lainnya sebagai akibat kejadian di tempat jauh, seperti gempa bumi dekat Portugal. Keseluruhan korban tewas akibat peristiwa-peristiwa itu sekitar 9.500 orang.
* Gelombang tsunami raksasa pernah muncul di laut Marmara, dekat Turki setelah gempa bumi Izmit tahun 1999.
Tanda-tanda peringatan
Gelombang tsunami mendapatkan sebuah kapal ke daratan di Thailand (Reuters)
* Gempa bumi adalah peringatan alami mengenai datangnya tsunami. Bila Anda merasakan gempa kuat, janganlah berada di lokasi yang mungkin terkena terjangan tsunami. Bila Anda mendengar adanya gempa bumi, waspadalah dengan kemungkinan datangnya tsunami. carilah informasi di radio atau televisi mengenai hal itu. Ingat bahwa sebuah gempa bisa memicu terjadinya tsunami ribuan kilometer jauhnya pada waktu beberapa jam.
* Para saksi mata melaporkan bahwa tsunami Aceh didahului dengan turunnya permukaan air secara tiba-tiba yang kemudian berbalik menjadi gelombang dahsyat. Bila Anda menyaksikan permukaan laut turun secara tiba-tiba, waspadalah karena itu tanda gelombang raksasa akan datang. Larilah ke daerah tinggi dengan segera.
Sebagian korban tsunami Aceh tewas karena mereka justru pergi ke pantai untuk melihat bagaimana air menghilang dan dasar laut menjadi tampak. Banyak yang tidak sadar hal itu merupakan awal hadirnya malapetaka. Para ahli memperkirakan, penyusutan permukaan laut akan memberi waktu sekitar lima menit bagi orang-orang untuk segera meninggalkan wilayah itu.
* Karena tsunami bisa mendekati pantai dengan kecepatan 160 kilometer per jam, maka seringkali terlambat bagi kita untuk menyingkir saat kita melihat kehadirannya. Ingat! Gelombang tsunami yang mendekat bukanlah sesuatu untuk dikagumi, kecuali Anda berada di dataran tinggi yang aman.
* Ingatlah pula bahwa tsunami adalah rangkaian gelombang, dan gelombang pertama mungkin bukan yang paling berbahaya. Bahaya dari tsunami bisa berlangsung selama beberapa jam setelah kedatangan gelombang pertama. Rangkaian gelombang tsunami bisa datang berurutan dengan jeda antara lima menit hingga satu jam. Hindarilah lokasi kejadian sampai benar-benar aman. Mereka yang selamat dari tsunami lalu menceritakan bahwa laut surut secepat dan sekuat ketika ia menerjang daratan. Beberapa orang terseret ke laut saat gelombang itu berbalik.

* Terjangan tsunami bisa saja hanya kecil di satu titik namun sangat besar di titik lain. Jangan beranggapan karena tanda-tanda tsunami hanya kecil di suatu tempat, maka gejalanya akan sama seperti itu di tempat lain.
* Tsunami bisa menjelajah cepat lewat sungai dan aliran yang berhubungan dengan laut, Menjauhlah dari sungai atau aliran air yang menuju ke laut, seperti halnya Anda sebaiknya menghindari pantai dan laut bila ada tsunami.
* Adalah gagasan yang baik untuk selalu mempersiapkan bahan persedian guna menghadapi kondisi darurat, termasuk obat-obatan, air, dan kebutuhan pokok lain setidaknya untuk 72 jam. Tsunami, gempa bumi, badai, dan bencana lain bisa muncul dengan sedikit tanda atau sama sekali tanpa peringatan.
* NOAA menyarankan, karena aktivitas gelombang tsunami tidak terlalu terasa di lautan terbuka, kapal-kapal sebaiknya tidak kembali ke pelabuhan bila mereka sedang berada di laut dan mendengar adanya peringatan mengenai tsunami di area tersebut. Tsunami bisa menyebabkan perubahan permukaan laut sangat cepat dan menghasilkan gelombang dahsyat di pelabuhan dan tepi pantai. Orang-orang sebaiknya tidak naik ke kapal yang berada di pelabuhan karena tsunami bisa menghancurkannya. (nationalgeographic.com/wsn)
==========================
C. INDRA KEENAM SELAMATKAN SATWA LIAR SRI LANKA DARI TSUNAMI

Indra keenam dipercaya telah menyelamatkan satwa-satwa liar Sri Lanka dalam gelombang pasang (tsunami) yang merenggut ribuan jiwa pekan lalu. Hal ini diungkapkan oleh ahli lingkungan hidup Sri Lanka, HD Ratnayake, Rabu (Kamis WIB). Gelombang pasang (tsunami) yang terjadi di Lautan Hindia, Minggu (26/12) lalu, menewaskan 24 ribu orang. Para ahli lingkungan hidup negara tersebut menyebut tidak ada bangkai bintang ditemukan akibat peristiwa tersebut.

"Tidak ada gajah yang mati, bahkan kelinci sekali pun. Saya kira bintang dapat mencium bencana, mereka memiliki indra keenam. Mereka tahu tentang sesuatu yang akan terjadi," kata Ratnayake yang menjabat sebagai wakli direktur Departeman Lingkunganm Hidup Sri Lanka. Gelombang air laut mencapai Taman Nasional Yala hingga sejauh 3 kilometer. Di Taman Nasional tersebut banyak terdapat gajah liar dan macan tutul.
Namun teori adanya indra keenam bintang ini memang masih menimbulkan pro kontra. "Memang banyak disebut tentang gonggongan anjing dan pergerakan burung sebelum adanya letusan gunung atau pun gempa bumi. Namun hal ini belum teruji secara ilmiah," kata Matthew van Lierop, spesialis perilaku satwa liar di kebun bintang Johannesburg. "Belum ada penelitian laboratorium mau pun lapangan mengenai hal ini."

Di pihak lain, Clive Walker, seorang penulis buku tentang kehidupan liar Afrika percaya adanya insting ini. "Satwa liar tampaknya bisa mengetahui fenomena yang akan terjadi, terutama burung-burung. Binatang-binatang menggunakan indra seperti penciuman dan pendengaran untuk menghindari bahaya seperti pemangsa."
Apa yang terjadi di Sri Lanka bisa menjadi bukti tambahan terhadap adanya indra keenam satwa liar. Seperti lolong serigala yang dipercaya bangsa Romawi sebagai tanda adanya bahaya.